SAMARINDA.apakabar.co– Pasar Kemuning yang terletak di Kecamatan Sungai Kunjang rencananya akan dipindahkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat melakukan peninjauan lapangan yang dilakukan bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (1/4/2022).
Usai melakukan tinjauan, kepada media Andi Harun mengatakan jika kondisi Pasar Kemuning tersebut kerap memunculkan kemacetan terlebih dengan hadirnya pasar tumpah yang berlokasi tepat dipinggir jalan.
“Mungki lokasinya tidak akan terlalu jauh dari pasar yang sudah ada. Hanya di area belakang Pasar Kemuning tersebut,” ucapnya.
Bersama jajajaran OPD, Andi Harun
masuk ke salah satu gang dan menyusuri beberapa rumah warga. Rombongan Pemkot mendatangi suatu lahan yang digunakan untuk bengkel alat berat.
Dari tinjauan itu, Pemkot berencana akan membeli lahan itu untuk digunakan sebagi lokasi baru pasar kemuning.
“Melihat keadaan pasar tumpah di pinggir jalan yang membuat kemacetan parah, wajib kita sama-sama mencarikan jalan keluar,” ungkapnya.
Rencana untuk membeli lahan tersebut rupanya direspon oleh pemilih lahan yang bernama Fredy yang kebetulan ada dilokasi, dirinya bahkan mengikhlaskan lahan tersebut untuk dibeli pemerintah. Lahan yang akan dibeli pemerintah ini memiliki luas sekitar 1,5 hektar yang lokasinya bisa mencapai Pasar Kemuning.
“Saya sudah bilang ke pemiliknya, ini kalau dilepas harus sesuai dengan harga standart pemerintah. Ini agar pemerintah bisa menghindar dari potensi resiko hukum,” sebutnya.
Segera mungkin, Andi Harun memberikan instruksi kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda. Di mana, Disdag secepat mungkin untuk turun ke lapangangan agar menganalisa kelayakan lahan tersebut untuk dijadikan pasar baru.
Selain Disdag, orang nomor satu di Pemkot Samarinda itu juga menginstruksikan ke BPKAD. Jika Disdag menyatakan lokasi tersebut layak, maka BPKAD lah yang akan mengurusi rencana pengadaan lahannya.
“Saya sudah berikan arahan ke Pak Ibrohim dan Kabidnya untuk segera juga dalam beberapa hari ke depan turun memetakan, melihat kondisi lapangan tanahnya. Karena akan menjadi aset pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdag Samarinda Marnabah menerangkan bahwa pembangunan pasar baru ini menjadi solusi atas fenomena menjamurnya pasar tumpah di pinggir jalan. Selain itu, banyaknya bangunan yang posisinya terlalu menjorok ke depan.
“Ini harus diatur. Kalau tidak diatur ya susah. terus membangun, yang mengakibatkan di Pasar Kemuning dari 140 pedagang yang ada, tinggal 40 orang saja yang berjualan di situ. Di dalam kan akhirnya tidak laku,” terangnya.
Marnabas menyatakan, sistem pintu masuk pasar akan dibuat 2 sisi. Posisi pertama dari arah pasar lama dan posisi keduanya berada di lokasi baru. Pasar lamanya sendiri, kelak akan menjadi lahan parkir.
“Mudah-mudahan ini layak untuk kita tempatkan sebagai pasar. Sehingga bisa menampung teman-teman di sana,” harapnya.
Selama proses perencanaan, Disdag juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan pasar tumpah di Pasar Kemuning. Sehingga, pedagang bisa tertarik untuk kembali berjualan di area dalam Pasar Kemuning.







