apakabar.co — SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan bahwa pembinaan atlet di Kota Samarinda belum maksimal. Pasalnya, ia menilai hal ini terjadi lantaran anggaran pembinaan atlet yang sedikit dan permasalahan internal di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda yang kerap dirundung masalah.
“Anggaran kecil tidak maksimal untuk membina atlet dan ada kasus- kasus di pengurusan koni sebelumnya,” ungkap Puji sapaan karibnya saat ditemui di ruang rapat Komisi IV DPRD kota Samarinda. Rabu (15/2/2023).
Tak hanya itu, Puji juga turut memperhatikan prestasi para atlit Kota Samarinda yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VII Kalimantan Timur yang di gelar pada akhir tahun 2022 sangatlah membanggakan.
“Kita lihat sendiri, kontingen atlit Samarinda berhasil menjadi juara umum dengan memproleh 254 medali emas, 183 medali perak dan 204 medali perunggu, inikan sangat membanggakan. Jadi harusnya KONI bisa melakukan pembenahan dibawah tanggungjawb Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora) dengan berkoordinasi, berkolaborasi lebih bagus lagi,” jelasnya.
Kendati demikina, Politisi dari fraksi Demokrat beharap jika anggaran pembinaan atlit tidak mencukupi, Pemkot bisa melakukan kerjasama dengan pihak terkait.
“Mungkin nantnya bisa kerjasama dengan dunia usaha dan menggunakan dana CSR untuk menutupi kekurangan anggaran,” pungkasnya. (Adv)







