Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKabar TerkiniNasional

Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Kepedulian Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Beras

137
×

Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Kepedulian Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Beras

Sebarkan artikel ini
(Foto: Sindonews.com)
(Foto: Sindonews.com)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja keras dalam mengendalikan harga beras di tengah isu kenaikan harga yang ramai dibicarakan publik.

Dirinya membantah tudingan bahwa dirinya tidak peduli terhadap kondisi tersebut, dan menyebut informasi yang beredar sebagai framing dari pihak-pihak tertentu.

“Informasi yang beredar itu sengaja di-framing seolah-olah kami tidak peduli terhadap naiknya harga beras. Padahal, sejak awal pemerintah sudah turun langsung ke lapangan,” ujar Amran, dikutip dari cnbc.com.

Sebagai bentuk langkah nyata, pemerintah bersama Perum Bulog telah menyalurkan 1,3 juta ton beras ke masyarakat melalui operasi pasar dengan harga Rp12.500 per kilogram. Kebijakan ini, kata Amran, merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo untuk menjaga keterjangkauan harga pangan bagi konsumen.

Selain fokus pada konsumen, pemerintah juga memberikan perhatian pada petani. Salah satunya melalui kebijakan kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjadi Rp6.500 per kilogram.

“Alhamdulillah, hasilnya bisa kita syukuri. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat, kesejahteraan petani membaik, dan saat ini stok beras nasional lebih dari 4 juta ton sehingga kita tidak perlu impor,” jelas Amran.

Terkait pernyataannya mengenai harga beras di Jepang yang sempat menuai kritik, Amran menegaskan bahwa maksud ucapannya adalah mengajak masyarakat tetap bersyukur, sembari memastikan pemerintah terus berupaya menurunkan harga di dalam negeri.

“Hari ini, harga beras di 13 provinsi sudah turun. Operasi pasar akan terus kami lanjutkan agar tren penurunan semakin meluas,” ujarnya.

Amran juga menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat, baik petani maupun konsumen, serta menuding adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan cara merugikan petani.

“Kami siap berhadapan dengan pengusaha yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan petani dan konsumen Indonesia,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar.

“Kami tahu ada pihak yang terganggu bisnisnya karena langkah pemerintah menekan harga pangan. Namun semua kebijakan ini semata-mata untuk rakyat Indonesia,” Tutup Amran. (*)