Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Pemkot Bersiap Antisipasi Hadapi La Nina, Minta Masyarakat Tetap Waspada

279
×

Pemkot Bersiap Antisipasi Hadapi La Nina, Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Samarinda, Rumadi Wongso Ingatkan Warga Samarinda Tetap Waspada Terkait La Nina, Jumat (12/11/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan persiapan terkait antisipasi menghadapi badai La Nina di Samarinda dengan menggerlar rapat koordinasi, Jumat (12/11/2021) di Kantor Balaikota Samarinda.

La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau curah hujan jadi lebih tinggi. La Nina jadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi menjelaskan bahwa hal ini juga jadi antisipasi terkait perubahan iklim La Nina. Pemkot ingin ada program aksi dalam rangka untuk menanggulangi La Nina. Ada 4 hal yang penting. Pertama, terkait mapping bencana. Banjir dan longsor jadi 2 hal yang patut diwaspadai keterkaitannya dengan La Nina.

“Kami bersyukur dari catatan hasil rapat, sejak 1998 hingga Oktober 2021 luasan genangan semakin berkurang. Termasuk durasi genangan juga berkurang. Itu yang kami dapat dari hasil mepping,” ucapnya.

Yang kedua, disebutkan Rusmadi adalah program aksi. Sejumlah pemangku kepentingan terkait akan dipanggil terkait antisipasi dan persiapan yang akan dilakukan masing-masing OPD terhadap fenomena La Nina.

“Untuk memastikan agar dinas terkait siap untuk mengecek apakah fungsi-fungsi folder, kolam retensihingga bendungan sudah berfungsi optimal atau belum, termasuk dengan sistem pompanya,” sebutnya.

Intinya, semua yangterkait dengan kemungkinan curah hujan tinggi dan perubahan iklim bisa terkendali. Sehingga jangan sampai apa yang sudah dibangun dengan sistem drainase yang telag direncanakan jadi tak berfungsi dengan baik.

“Saat ini ada beberapa proyek yang sedang dilakukan oleh Pemkot, seperti di simpang empat sempaja, Lembuswana, Pasundan dan Taman Samarenda,” ucapnya.

Ketiga adalah yang terkait dengan organisasi. Untuk penanganan bencana yang ada di Pemkot pelaksaannnya oleh Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Disampaikan oleh Rusmdi jika pihaknya ingin organisasi tersebut bisa bekerja dengan baik dan menjalin koordinasi dengan baik. Misalkan dalam situasi siaga 1, maka dinas cepat tanggap terhadap sesuatu yang terjadi.

Dan yang terakhir dikatakan Rusmadi adalah terkait sistem informasi. Nantinya akan disediakan melalui suatu aplikasi yang terintegrasi. Misalnya, jika terjadi curah hujan tinggi akan diinformasikan apakah ada potensi banjir atau tidak. Sehingga masyarakat bisa bersiap-siap. Kemudian sistem operasi jika terjadi bencana juga bisa diketahui.

“SKPD menindaklanjuti. Mudah-mudahan, Sabtu dan Minggu nanti sudah siap. Termasuk ada rencana kami untuk gelar operasi. Itu jadi kekuatan dinas dan instansi baik secara vertikal, pemkot, dan relawan. Di situ juga memastikan sarana dan prasarana,” pungkasnya.