SAMARINDA.apakabar.co– Tim Forensik RSUD AW Syahranie menemukan adanya cairan hitam di saluran pernafasan pada 7 korban kebakaran yang terjadi di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu pada Minggu (17/4/2022) kemarin.
Korban yang merupakan satu keluarga tersebut dipastikan tewas keracunan asap kobaran api yang menghanguskan bangunan toko (ruko) yang menjual bahan sembako. Hal itu terungkap setelah Tim Forensik RSUD AW Syahranie melakukan visum luar pada 7 jenazah korban kebakaran.
“Jadi dari hasil sementara, kami menemukan adanya cairan hitam pada saluran pernapan korban yang mengindikasi bahwa para korban tewas keracunan asap kebakaran,” ungkap Dr Kristina Uli GUltom ahli Forensik RSUD AW Syahranie saat dikonfirmasi, Senin (18/4/2022).
Kristina menegaskan bahwa hal tersebut masih merupakan hasil sementara.
“Kalau untuk pastinya kita tunggu nanti ya. Karena untuk hasil visum nanti akan kita keluarkan resminya kepada kepolisian dan bisa dikonfirmasi lebih lanjut ke kepolisian,” sebutnya.
Kristina juga mengatakan bahwa meskipun telah dilakukan visum luar, ke 7 korban kebakaran tidak menjalani proses autopsi sebab pihak keluarga tidak mengizinkan agar jenazah bisa cepat dikebumikan di kampung halaman, Wajo, Sulawesi Selatan.
Selain itu, Kristina juga menyampaikan bahwa dari 7 jenazah korban tim Forensik menemukan adanya luka bakar tingkat 1 dan 2 B.
“Kami hanya melakukan pemeriksaan luar saja dan hasilnya dari jenazah korban juga ditemukan luka bakar tingkat 1 dan 2 B. Untuk lebih lanjutnya bisa konfirmasi ke polisi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan jika pada, Minggu (17/4/2022) pagi kemarin sekitar pukul 04.45 Wita terjadi musibah di Jalan AW Syahranie, tiga rumah toko (ruko) terbakar dan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia karena terjebak.
Ke 7 orang yang menjadi korban kebakaran bernama Alya (16), Kiki Resri (37), Luthfi (16), Siti Arabia (50), Sri Ani Rahayu (29), M Wahyu (19) dan Ani (19).
Selain ke 7 korban meninggal, diketahui pula ada 1 korban selamat yakni Aqila (9) yang mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan intensif di RSUD AW Syahranie.







