Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Malaria Masih Tinggi di Kaltim, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

183
×

Malaria Masih Tinggi di Kaltim, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
dr. Jaya Mualimin, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim

apakabar.co — Masalah Penyakit Malaria masih tinggi di Kaltim dan pada bulan pertama tahun 2023 saja Dinas Kesehatan Kaltim terdapat 61 kasus positif malaria.

dr Jaya Mualimin, Kepala Dinkes Kaltim, menjelaskan sebaran kasus positif malaria terbesar berada di Kutai Timur (38 kasus), Balikpapan (16 kasus), dan Kutai Barat (3 kasus).

“Peta sebaran kasus positif malaria di Kaltim ditemukan di Penajam Paser Utara 2 kasus, Kutai Timur 38 kasus, Berau 2 kasus, Kutai Barat 3 kasus dan Balikpapan 16 kasus,” kata dr Jaya, dalam rilis resminya Selasa (7/2/2023).

Namun, jika dilihat dari potensi penyebaran malaria di Kaltim, Penajam Paser Utara masih menjadi daerah tertinggi potensi malaria dilihat dari Annual Parasite Incidence (API).

Menurut dr Jaya, Penajam Paser Utara masih jadi yang tertinggi untuk angka kesakitan malaria (API) diangka 6,44 poin.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasomodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut. Gigitan nyamuk membuat parasit masuk, mengendap di organ hati, dan menginfeksi sel darah merah.

“Nyamuk itu ada di hutan bukan di Kota, kalau nyamuk Kota Aedes Aegypti atau nyamuk DBD,” jabarnya.

Faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebab utama merebaknya malaria. Hal ini membuat tubuh masyarakat lebih rentan terkena malaria.

Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat bisa tetap waspada terhadap penularan penyakit malaria