Misi Kemanusiaan, Gubernur Kaltim Lepas Tim Kesehatan Bantu Korban Bencana Sulbar

oleh -46 views
Gubernur Kaltim, Isran Noor Melepas Tim Kesehatan Untuk Membantu Korban Bencana di Sulbar, Jumat (5/2/2021)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor melepas keberangkatan tim kesehatan peduli bencana Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (5/2/2021) di halaman kantor Gubernur Kaltim.

Dalam sambuatannya, Isran mengatakan bahwa pemberangkatan tim peduli bencana ini adalah yang kedua kalinya, setelah beberapa waktu lalu Pemprov Kaltim bersama dengan Tagana Kaltim memberangkatkan tim peduli bencana ke Kalimantan Selatan, sebagai bentuk kepedulian dan misi kemanusiaan.

“Kita bersama-sama hari ini dalam rangka pelepasan tim peduli kemanusiaan ke Sulbar. Walaupun versi di Sulbar ini sudah lama terjadi bencana, tapi kemarin masih terjadi gempa-gempa susulan dalam skala kecil,” katanya.

Isran juga mengingatkan agar selalu waspada, walaupun misinya untuk membantu korban bencana. Namun ia menekankan bahwa, keselamatan diri jauh lebih penting.

BACA JUGA :  Khawatir Kehilangan Momen Anak Didik, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Usulkan Pembelajaran Tatap Muka Bisa Direalisasikan Januari 2021

“Jangan lengah, walau sudah tidak lagi gempa, keselamatan diri penting. Jadi kewaspadaan diri tetap dijaga,” ucap Isran.

Mantan Bupati Kutai Timur itu juga meminta agar seluruh tim terus mematuhi protokol kesehatan. Terlebih Kaltim menjadi daerah tertinggi kasus penularan COVID-19. Sehingga ia meminta kepada tim untuk dapat meyakinkan korban bahwa bukan menjadi sumber penularan.

“Penting juga jaga kesehatan dengan baik. Laksanakan kebersihan, jaga jarak dari berbagai macam yang menyebabkan kemungkinan tertularnya COVID-19,” ucapnya.

Jumlah tim peduli bencana Sulbar yang diberangkatkan kali ini sebanyak 20 orang yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda dan RSUD AW Sjahranie Samarinda. Mereka adalah tenaga-tenaga yang memiliki keahlian dan kemampuan di bidang penanganan medis dan kebencanaan. Fokus lokasi penempatan tim yaitu di daerah Mamuju selama 7 hingga 8 hari kedepan.