Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Wali Kota Samarinda Sebut Semangat Pantang Menyerah Satu-Satunya Warisan Perjuangan Bangsa

oleh -10 views
Proses Upacara Penurunan Bendera di Balaikota Samarinda, Selasa (17/8/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Parkir Kantor Balaikota Samarinda, Selasa (17/8/2021).

Usai memimpin jalannya upacara, Wali Kota Samarinda Andi Harun kepada media mengatakan jika dimulai dari pengibaran, detik-detik proklamasi hingga penurunan bendera berlangsung sukses, khidmat dan lancar.

“Tadi pagi saya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari memperingati kemerdekaan dan salah satu diantara yang bisa kita ambil hikmahnya adalah bahwa satu-satunya warisan luhur bangsa yang kita dapatkan dari para pejuang adalah semangat pantang menyerah,” ucapnya.

Wali Kota Samarinda Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih

Disebutkan Andi Harun bahwa semangat warisan tersebut termasuk cobaan menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Ia menyampaikan jika sebagai generasi bangsa harus tetap optimis, kuat dan tangguh. Yakin bahwa perekonomian akan segera pulih, masyarakat juga akan kuat dan akan bisa melewati masa sulit ini.

BACA JUGA :  Buddist Centre Kaltim Bagikan 462 Sembako, Andi Harun : Contoh Bagi Kebersamaan Kemanusiaan

Selain itu, memaknai Hari Kemerdekaan Andi Harun menyebut bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah alat untuk memperkuat negara kesatuan. Ia menegaskan Indonesia tidak pernah memiliki catatan menjadi bangsa yang lemah.

“Disaat masa penjajahan peralatan terbatas, jumlah prajurit terbatas logistik serba kurang untuk menghadapi beberapa bangsa penjajah, tapi berkat kekuatan dan ketangguhan para pejuang kita, perjuangannya berhasil dan Tuhan menganugerahkan kepada kita kemerdekaan,” ucapnya.

Ia  menjelaskan bahwa bangsa Indonesia tidak mempunyai warisan sifat mengeluh, satu-satunya peninggalan yang diwariskan adalah semangat sebagai bangsa yang kuat dan pantang menyerah.

“Penting generasi sekarang menanamkan hal itu. Karna tentu tantangan ke depan lebih besar dan lebih kompleks,” pungkasnya. (Adv)