Terapkan PPKM, Wali Kota Samarinda Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas

oleh
oleh
Wali Kota Samarinda Larang ASN di Pemerintahan Kota Samarinda Melakukan Perjalanan Dinas Selama Penerapan PPKM Hingga Tanggal 20 Juli 2021

SAMARINDA.apakabar.co– Wali Kota Samarinda, Andi Harun tegaskan larang ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melakukan perjalanan dinas keluar daerah selama penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga tanggal 20 Juli 2021.

Orang nomor satu di Pemkot Samarinda tersebut menyebut selama penerapan PPKM di Kota Samarinda, Pemkot akan memperketat semua pintu masuk menuju Samarinda. Kebijakan tersebut sesui dengn arahan Nasional dan akan di evaluasi setelah penerapan PPKM tesebut selesai dilakukan untuk melihat apakah dilanjutkan atau diperlonggar.

Begitu pula dengan seluruh kegitan aktivitas ASN dan penyelenggaraan pemerintahan di Pemkot Samarinda akan kembali menerapkan WFH sampai tanggal 20 Juli 2021.

BACA JUGA :  Minum Miras Oplosan, 3 Warga Binaan Pemasyarakatan LAPAS Samarinda Meninggal dan Satu Lainnya Kritis

“Kita juga akan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat disektor kegiatan yang biasa menimbulkan kerumunan dan yang tidak dapat dikendalikan misalnya pasar malam, mall dan tempat hiburan malam yang seluruhnya akan dibatasi hingga jam 9 malam,” ucapnya, Senin (5/7/2021).

“Kecuali bagi toko yang menyediakan kebutuhan bahan pokok kita akan beri kelonggaran hingga pukul 11,”sambungnya.

Begipula juga dengan ASN dilingkungan Pemkot Samarinda, dengan adanya edaran ini tidak boleh melakukan perjalanan dinas keluar daerah, berlaku mulai dari Wali Kota hingga PNS.

Larangan tersebut disebutkan AH sapaan akrab Andi Harun juga termasuk tidak menerima tamu dinas hingga tanggal 20, kecuali ada kepentingan bangsa yang mendesak, misalnya Wali Kota tiba-tiba dipanggil Presiden untuk membicarakan Covid.

BACA JUGA :  Pilar Masjid Islamic Center Samarinda Terbakar dan Disertai Suara Ledakan

“Kalau kita membicarakan pengendalian maka kita harus melakukan pembatasan, nanti akan kita liat berlakunya edara pasca hari ini sejauh mana bisa menekan laju Covid-19,” pungkasnya.