Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabar Terkini

Tinjau Pasar Harapan Baru, Wali Kota Samarinda Minta Fasilitas Sarana dan Prasarana Dilengkapi

185
×

Tinjau Pasar Harapan Baru, Wali Kota Samarinda Minta Fasilitas Sarana dan Prasarana Dilengkapi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Meninjau Fasilitas Sarana dan Prasarana di Pasar Harapan Baru, Rabu (27/10/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Kelengkapan fasilitas infrastruktur di pasar merupakan hal yang paling penting dalam menunjang kenyamanan, baik untuk pedagang maupun pengunjung atau pembeli.

Dengan keadaan kondisi tersebut, Wali Kota Samarinda bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan tinjuan ke pasar untuk mengecek langsung sarana dan prasarana di Pasar Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Dalam tinjauan itu, Andi Harun melihat langsung kondisi pasar yang memang masih minim sarana penunjang seperti air bersih hingga infrastruktur lainnya.

“Saya datang kemari untuk melihat situasi pasar, serta mengecek juga ketersediaan utilitas lain, selain pasarnya sendiri. Ternyata air belum ada dan tentu dibutuhkan ketersediaan air bersih disini. Karena sejak dibangunnya pasar ini, aliran air menurut laporan RT melimpah ke pemukiman,” ucapnya pada media, Rabu (27/10/2021).

Disampaikan AH biasa ia disapa bahwa, untuk menjadikan pasar yang layak tentu pihaknya akan membangun fasilitas pelangkap seperti drainase agar aliran air tidak melimpah kepemukiman.

Selain itu pelebaran jalan  juga perlu dilakukan, begitu juga dengan fasilitas parkir, sehingga tidak ada lagi kegiatan parkir liar diluar lokasi pasar yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Kita juga punya lahan cukup luas, kemungkinan ada penambahan beberapa kios agar kios-kios yang ada diluar bisa masuk ke dalam,”sebutnya.

Tak hanya itu, AH juga meminta Disperindagkop untuk membuat skenario perencanaan terkait kemungkinan akan ditambahnya lapak pedagang yang saat ini hanya sekitar 200 lapak.

“Jadi nanti Dinas Perdagangan akan buat skenario perencanaannya. Setelah itu mereka laporkan, lalu kemudian kita akan putuskan,” ucapnya.

Dirinya juga meminta Dinas Perdagangan Samarinda menyampaikan kajiannya dulu sekitar dua minggu kedepan. Nanti setelah itu Pemkot akan mempelajari berapa lama dibutuhkan untuk pembangunan utilitas.

“Apakah kita bisa memindahkan sebelum utilitas itu dibangun atau menunggu utilitas itu dibangun. Nanti tunggu kajian secara mendalam dari Dinas Perdangan,”pungkasnya.