Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Advetorial

Bahas Permasalahan Pendidikan dan Program Kerja, Komisi IV DPRD Kota Samarinda Gelar Hearing Bersama Disdikbud

233
×

Bahas Permasalahan Pendidikan dan Program Kerja, Komisi IV DPRD Kota Samarinda Gelar Hearing Bersama Disdikbud

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti/Ist

apakabar.co — SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menggelar hearing bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Samarinda untuk membahas Program Kerja dan Permasalahan Pendidikan Samarinda . Jum’at (10/3/2023).

Hearing yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna, DPRD Kota Samarinda, dihadiri oleh ketua, dan Wakil ketua DPRD Kota Samarinda.

Ditemui usai menghadiri hearing tersebut, ketua komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan bahwa hearing ini mampu untuk menemukan terobosan baru dalam mengatasi masalah pendidikan Samarinda.

“Ini kami bahas terkait masalah yang ada di dinas pendidikan maupun program kerja, karena kan kita sudah mengusulkan anggaran APBD tahun 2023 nah sebentar lagi kan biasanya cair tuh” ungkap Puji sapaan karibnya.

Tak hanya itu, Puji menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan program kerja Dinas Pendidikan mana yang dihapus dan yang harus dilaksanakan oleh pihak pendidikan dan sekolah.

”Ya Mana aja yang bisa dilaksanakan GPK, guru dan tenaga pendidikan ada juga mengenai P3K, mengenai Sarana prasarana kan sekolah sekolah yang kita tahu banyak” ucapnya.

Tak hanya itu, Puji menilai tingkat pendidikan mulai dari Paud sampai SMA membutuhkan sentuhan dalam berbagai aspek sehingga anak-anak bisa mendapatkan dak menikmati akses layanan pendidikan yang prima sesuai dengan 8 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan.

“Kita ingin juga mandatoring nya seperti apa sih sebenarnya untuk bagaimana anak anak Samarinda bisa menikmati pendidikan yang maksimal untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan sesuai harapan negara” bebernya.

Politisi dari fraksi Demokrat itu menambahkan masalah pendidikan yang ada butuh kolaborasi dan kerja sama mulai dari orang tua, jajaran pendidikan, dunia usaha dan setiap kalangan guna menciptakan pendidikan yang bagus dengan menyertakan pembinaan pendidikan karakter yang kini tengah memiliki peraturan walikota (Perwali).

“Tapi ini kebetulan dinas pendidikan mitra kerja kami tiap bulan kami melaksanakan hearing untuk mengevaluasi kinerja dari dinas pendidikan maupun permasalahan pendidikan yang timbul di kota Samarinda. Salah satunya pembinaan pendidikan karakter, bagaimana 18 Karakter yang harus dimiliki anak anak sekolah” pungkasnya. (Adv)