Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemkot Samarinda

Lantik 85 TPP Tahun 2023, Andi Harun: No Guts No Glory, tidak ada nyali tidak ada kebahagiaan dan tidak ada kesuksesan

194
×

Lantik 85 TPP Tahun 2023, Andi Harun: No Guts No Glory, tidak ada nyali tidak ada kebahagiaan dan tidak ada kesuksesan

Sebarkan artikel ini
Walikota Samarinda, Andi Harun usai melantik 85 TPP Tahun 2023/Ist

apakabar.co — SAMARINDA – Walikota Samarinda, Andi Harun membuka acara Pembekalan dan Penandatanganan Pakta Integritas dan melantik 85 orang Tenaga Pendamping Probebaya (TPP) tahun 2023. Selasa (7/3/2023).

Acara yang dilaksanakan di Hotel Puri Senyiur, jalan Ruhui Rahayu, Kota Samarinda itu, dihadiri oleh jajaran Forkopimda lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda.

Dalam sambutannya, Andi Harun mengingatkan kembali sejarah kerajaan yang pernah ada di Indonesia hingga sejarah menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Ia juga menyebutkan dari sejarah tersebut bahwa begitu hebatnya para pejuang dimasa itu dan hal itulah yang harus diwarisi oleh para pemuda yang hidup di zaman ini bahwa apabila bangsa ini ingin maju maka harus memiliki nyali dan bekerja keras.

“No Guts No Glory, tidak ada nyali tidak ada kebahagiaan dan tidak ada kesuksesan. Saya mengapresiasi kalian memiliki nyali untuk menjadi tim pendamping probebaya,” ungkap Andi Harun kepada seluruh peserta yang hadir.

Kendati adanya perbedaan jabatan antara Wali Kota, pejabat Pemkot dan para TPP, AH Sapaan karibnya menyampaikan seluruhnya memliki satu tujuan yakni dalam rangka untuk memberikan kemanfaatan kepada rakyat.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Samarinda tersebut berharap kehadiran para pendamping dapat membantu dalam memberikan kemanfaatan dari program probebaya sehingga lingkungan akan semakin berkualitas.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Samarinda, Imam Gunadi menyebutkan bahwa secara teknis tugas pendamping adalah membantu mengidentifikasi kegiatan, perancangan, hingga pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dihasilkan dari probebaya.

“Bahkan sampai membantu dalam pelaporan dana yang dipakai dari probebaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Imam juga mengatakan bahwa pendamping probebaya dibagi menjadi 2 klasifikasi yaitu infrastruktur dan juga non infrastruktur, nantinya tenaga infrastruktur membantu dalam perancangan bangunan di probebaya, dan non-infrastruktur akan membantu dalam program pemberdayaan masyarakat dan lainnya.

“Tapi secara umum mereka nanti dibekali pelatihan yang berkaitan dan sesuai perwali,” pungkasnya. (Adv)