Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Lahan Bekas Perusahaan Kayu Barito Pasific Dijadikan Jetty dan Tempat Penampungan Batu Bara

34
×

Lahan Bekas Perusahaan Kayu Barito Pasific Dijadikan Jetty dan Tempat Penampungan Batu Bara

Sebarkan artikel ini
(Foto: Lokasi lahan kayu milik Barito Pasific yang dijadikan tempat penampungan batu bara/Ist)
Example 72090

APAKABAR.CO — SAMARINDA – Lahan bekas perusahan kayu yang berada di Jalan Barito, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda digunakan menjadi jetty dan lokasi penumpukan batu bara.

Pasalnya, lahan milik Barito Pasific tersebut sudah lama tidak aktif. Namun, lebih dari satu tahun terakhir lokasi tersebut dijadikan sebagai aktivitas penumpukkan batu bara.

Banner 300x600

Dari informasi masyarakat sekitar yang dijumpai, disebutkan kalau di sekitar lahan tersebut tidak terdapat konsesi penggalian batu bara.

“Ada tambang, tetapi jauh. Dan tidak pernah ada hauling lewat sini (jalan kampung),” Ungkap salah satu warga bernama Siswo (48). Minggu (16/6/2024).

Ditanya lebih lanjut, Siswo menyebut kalau aktivitas penumpukan dan muatan batu bara di lahan eks Barito telah terjadi lebih dari satu tahun setengah. Namun demikian, Siswo tak menahu perihal izin dari kegiatan tersebut.

“Kalau izin saya tidak pernah tahu ada atau tidak. Saya pernah dengar yang punya namanya pak Rudi. Tinggalnya di kota (Samarinda Kota),” Ucapnya.

Sementara itu, dari pantauan media terlihat sejumlah alat berat lalulangan beraktivitas. Dengan memindahkan dan membuang tumpukan batu bara dari area stockpile di jetty.

Saat coba ditelusuri media ini, khususnya terkait izin dan aktivitas jetty baru bara itu ditanyakan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Samarinda. Karena jetty milik perorangan atau swasta itu masuk dalam kategori Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Namun untuk sementara Kepala KSOP Kelas 1 Samarinda, Mursidi melalui Kelapa Bidang Lalu Lintas (Kabid Lala), Capt. Rona Wira menyatakan masih akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Ini lagi kita monitor. Kita masih monitor pengajuannya di mana (administrasi perizinan),” jelasnya.

Karena belum mengetahui pasti, dan masih melakukan monitoring, Rona menambahkan kalau saat ini pihaknya masih menunggu terlebih dahulu.

“Ini mereka masih belum ada melakukan pengajuan, makanya masih bingung kita. Tapi sudah kita kunci. Masih sebatas itu, belum ada info lebih lanjut lagi. Nanti kalau ada kabar lebih lanjut akan kita sampaikan,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 72090