Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKRIM

Adanya Dugaan Korupsi Rp 6 Miliar, Kejati Kaltim Lakukan Penggeledahan Paksa RSUD AW Sjahranie

43
×

Adanya Dugaan Korupsi Rp 6 Miliar, Kejati Kaltim Lakukan Penggeledahan Paksa RSUD AW Sjahranie

Sebarkan artikel ini
(Foto : Petugas Kejati Kaltim saat melakukan penggeledahan di RSUD AW Sjahranie/Ist)
Example 72090

APAKABAR.CO — SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur melakukan penyidikan tindak pidana korupsi sebesar Rp 6 miliar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Selasa (7/5/2024).

Pada kegiatan penyidikan itu, petugas langsung melakukan penggeledahan paksa, hingga menyita beberapa dokumen dari rumah sakit plat merah tersebut.

Banner 300x600

“Penggeledahan dan penyitaan ini berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Nomor : Print-02/O.4.5/Fd.1/04/2024 tanggal 29 April 2024,” Ungkap Kasi Penkum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto kepada awak media.

Toni menjelaskan proses penggeledahan dilakukan selama kurang lebih tiga jam. Dari pukul 11.00 Wita-14.00 Wita dan dari kegiatan penggeledahan telah didapati beberapa dokumen dan barang bukti elektronik berupa dua unit CPU yang disita.

Terhadap Dokumen/Surat/Barang Bukti Elektronik (BBE) selanjutnya telah dilakukan penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Nomor : Print-01/O.4.5/Fd.1/04/2024 tanggal 2 April 2024 dan seluruhnya dibuatkan Berita Acara Penyitaan dan Tanda Terima.

“Kegiatan penggeledahan dan penyitaan tersebut dilakukan sehubungan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) tahun anggaran 2019 – 2022 pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Kota Samarinda berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Nomor : Print-05/O.4/Fd.1/02/2024 tanggal 29 Februari 2024.” Jelas Toni.

Lebih lanjut, Toni menambahkan kalau kasus posisi bahwa RSUD AWS Samarinda setiap tahunnya merealisasikan belanja pegawai yang bersumber dari APBD, dimana salah satunya digunakan untuk membayar gaji pokok pegawai yang berstatus PNS, dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk pegawai yang berstatus PNS.

Bahwa dalam kurun waktu tahun 2018-2022 telah terjadi manipulasi data penerima TPP sehingga pembayaran di lingkungan RSUD AWS Samarinda yang ujungnya dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Dimana akibat perbuatan tersebut didapatkan potensi kerugian keuangan Negara sebesar lebih kurang Rp 6 milyar.” Imbuhnya.

Tujuan dilakukannya penggeledahan dan penyitaan adalah untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dalam rangka kepentingan pembuktian perkara serta guna membuat terang tindak pidana yang terjadi.

Example 300250
Example 120x600
Example 72090