Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Pemkab Mahulu Tetapkan Status Tanggap Darurat Terkait Banjir Besar

38
×

Pemkab Mahulu Tetapkan Status Tanggap Darurat Terkait Banjir Besar

Sebarkan artikel ini
(Foto: Kondisi banjir besar yang terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur/Ist)
Example 72090

APAKABAR.CO — MAHAKAM ULU – Banjir besar yang telah menerjang kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim) telah ditetapkan sebagai status tanggap darurat oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu.

Penetapan status tanggap darurat tersebut diumumkan pemerintah pada tanggal 14 Mei, hingga 29 Mei 2024 mendatang. Hal itu diumumkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mahulu, Agus Darmawan sesuai arahan Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh.

Banner 300x600

“Keputusan SK status tanggap darurat sesuai arahan pak Bupati, agar tim bisa bergerak cepat melakukan penanganan banjir selama 14 hari ke depan.” Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mahulu, Agus Darmawan. Kamis (16/5/2024).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa kondisi banjir yang terjadi saat ini lantaran curah hujan yang sangat tinggi, sehingga terjadi banjir susulan di beberapa kampung di Kecamatan Long Bagun dan kecamatan lainnya.

“Jadi kemarin sempat surut dan ternyata sore itu naik lagi. Karena tingkat hujan di Hulu Mahakam itu sangat tinggi. Sehingga (terjadi) banjir susulan.” Jelasnya.

Selain itu, Agus menyebutkan sedikitnya ada 70 persen kampung yang terdampak. Bahkan di beberapa titik, mengalami kondisi parah hingga ketinggian air mencapai atap rumah. Bahkan satu rumah rakit pelabuhannya hanyut terbawa arus sungai yang deras.

“Rumah mau hanyut ada, kalau rumah rakit iya sudah ada yang hanyut karena arus sungai Mahakam memang sangat deras jadi sangat riskan menggunakan trasportasi air, kantor BPBD, beberapa OPD, dan sekolah juga terdampak.” Jelasnya.

Sejak semalam BPBD telah mengambil langkah dengan membentuk posko pengungsian yang dipusatkan di gereja di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Meski begitu Agus mengatakan pihaknya masih harus menambah terpal karena situasi pengungsi di gereja penuh.

“Ini sudah tidak cukup lagi dan kami akan menambah dengan tenda biasa. Di area gereja juga kami akan memasang tenda umum,” tuturnya.

Sementara BPBD sendiri belum mengantongi data pasti korban terdampak banjir. Sebab pihaknya masih fokus melakukan evakuasi.

“Kurang lebih 200 sampai 300 orang (mengungsi), itu satu kampung Ujoh Bilang saja.” Pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 72090