Negosiasi Alot Selama 8 Jam, Warga SKM Pasar Segiri Dirikan Tenda Ditengah Jalan

oleh -183 views
Warga Pasar Segiri Mendirikan Tenda Ditengah Jalan Sebagai Bentuk Protes Terkait Pembongkaran Bangunan Dibantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Selasa (7/7/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Ratusan Warga Bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) Pasar Segiri Samarinda, Kelurahan Sidodadi mendirikan tenda di tengah Jalan Dr. Suotomo sebagai bentuk protes pembongkaran bangunan didaerah mereka.

Negosiasi berjalan alot selama 8 jam, dimulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.26 Wita dan belum menemukan titik temu memaksa warga untuk tetap bertahan ditengah teriknya panas matahari. Massa silih berganti menyampaikan orasi demi menyampaikan tuntutan mereka.

“Kami tidak akan meninggalakn tempat ini sebelum alat excavator didepan kami itu juga mundur,” ucap salah sorang orator dihadapan ratusan warga, Selasa (7/7/2020).

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairudin menegaskan penertiban sudah tak bisa ditawar. Bangunan warga di tanah milik pemkot, tetap dibongkar sesuai peraturan.

BACA JUGA :  Pembongkaran Bangunan di SKM Pasar Segiri dan Sungai Mati di Pandjaitan Serta PM Noor Dilanjutkan, Pemkot Samarinda Siapkan Anggaran 10 Miliar

“Ini tidak bisa dinegosiasikan karena ini bukan persoalan jual beli,” tegasnya.

Untuk saat ini lokasi yang akan dibongkar yaitu wilayah lingkungan RT 28 dengan total bangunan 234. Sedangkan untuk Rt 26 dan 27 masih menunggu giliran.

Untuk diketahui lahan yang saat ini ditempati warga merupakan milik Pemkot Samarinda. Penataan bangunan di bangaran SKM merupakan salah satu proyek rangkaian pengendali banjir di Samarinda, karena dianggap sebagai pemicu, adalah SKM yang tak lagi kuasa menahan debit air dari hulu. Ditekan sedimentasi dan penyempitan. SKM yang semula bisa menampung 400 meter kubik per detik, menjadi hanya 175 meter kubik per detik.

No More Posts Available.

No more pages to load.