Ditengah Hujan Deras, Warga SKM Kembali Hadang Petugas Untuk Cegah Pembongkaran

oleh -186 views
Warga Bantaran SKM Pasar Segiri Kembali Blokir Jalan Dr. Soetomo Samarinda Untuk Mencegah Pembongkaran Oleh Petugas, Rabu (8/7/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Hari kedua rencana pembongkaran bangunan dibantaran Sungai Karang Mumus (SKM) Pasar Segiri kembali mendapat hadangan oleh warga.

Ratusan warga tiga Rukun Tetangga (Rt) 26, 27, dan 28 yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Pasar Segiri kembali memblokir jalan Dr. Soetomo untuk melakukan protes pada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

“Kami tetap berada di jalan ini, hingga adanya kesepakatan dan tuntutan kami dipenuhi,” ucap salah satu orator ditengah-tengah aksi.

Sementara itu, informasi yang diterima Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mencapai kesepakatan dengan beberapa warga SKM dan menandai bangunan rumah warga untuk selanjutnya dilakukan pembongkaran.

Suasana sempat memenas, warga tidak menerima kehadiran Satpol PP Kota Samarinda untuk masuk dan mengeksekusi 7 rumah warga yang telah menerima pembayaran ganti rugi.

BACA JUGA :  Resmi! Presiden Teken PP Kebiri bagi Predator Seksual Anak

“Jangan bicara kalau kalian sudah bisa membongkar, mentang-mentang baru membayar DP 20 persen. Itu namanya melanggar hukum,” ucap Sudirman Akbar Seketaris Forum, Rabu (8/7/2020).

Warga meminta dengan tegas biaya ganti rugi untuk hunian belum lunas seratus persen. Namun, akhirnya warga berhasil tenang dan mencapai kesepakatan dengan Satpol PP untuk menunda pembongkaran, dan hanya menandai 7 rumah yang telah menerima terlebih dahulu.

“Ya betul, tujuh rumah yang ditandai adalah yang sudah dibayar” sebut Yosua Kepala Bidang Ketentraman Dan Keteriban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Samarinda

Pihaknya juga mengirimkan 4 orang perwakilan sesuai kesepakatan dengan warga dan menandai 7 rumah warga yang berada di bantaran Sungai Karang Mumus.

BACA JUGA :  Kepala BKKBN Kaltim Temui Wali Kota Samarinda, Sampaikan Program Vaksinasi Ibu Hamil