PLN Kaltim Beri Klarifikasi Terkait Tarif Listrik yang Melonjak,

oleh -5.570 views

apakabar.co-Samarinda. Kenaikan tarif listrik di Kalimantan Timur (Kaltim) sempat menghebohkan dan menjadi pembicaraan publik di beberapa hari terakhir.

Mengklarifikasi berita tersebut, Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan PLN Kaltim Rahmatan mengatakan PLN sama sekali tidak ada menaikkan tarif. Saat ada kenaikan tariff, piihak PLN dipastikan akan memberitahukan dulu kepada warga agar tak dianggap merugikan.

“Tingginya tagihan listrik ada kaitannya dengan masa pandemi,” katanya.

Rahmatan menjelaskan naiknya tagihan listrik warga lantaran penggunaan listrik selama warga menjalani anjuran pemerintah untuk melaksanakan physical distancing dengan belajar, bekerja dan beribadah di rumah terbilang tinggi.

“Itu yang membuat pelanggan banyak beraktivitas di rumah,” ucapnya.

Masyarakat tidak menyadari penggunaan listrik selama mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan aktivitas di rumah lebih banyak.

BACA JUGA :  Contoh Negara Jepang, Andi Harun Ajak Masyarakat Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan

“Sebelum pandemi menyerang, tidak seluruh anggota keluarga sering di rumah dan menggunakan listrik,” terangnya.

Hal lain yang dikeluhkan pelanggan PLN adalah tidak adanya pencatatan meteran listrik oleh petugas. Beberapa pelanggan menuding, karena tidak ada penghitungan membuat tagihan listrik membludak. Namun Rahmatan menampik hak itu. Ia menegaskan pencatatan meteran masih dilakukan petugas. Tentu dengan catatan kawasan yang dicatat belum masuk dalam kategori zona merah.

“Jadi tagihan bulan April (pemakaian Maret) menggunakan rata-rata pemakaian tiga bulan terakhir,” ujarnya.

PLN dengan ini membuka diri apabila ada pelanggan yang ingin komplain dengan menghubungi layanan keluhan konsumen di nomor 0541-123.

Pelanggan juga bisa melakukan pencatatan meter mandiri pelanggan dengan melaporkan posisi meteran pelanggan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 08122 123 123.