Resmikan Sanggar Kegiatan Belajar, Syaharie Jaang Berharap Kualitas Pendidikan Anak Meningkat

oleh -80 views
Walikota Samarinda Syaharie Jaang Resmikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Berharap Kualitas Pendidikan Anak Meningkat, Selasa (16/2/2021)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Walikota Samarinda Syaharie Jaang meresmikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri 2 Kota Samarinda, Selasa (16/2/2021).

Peresmian satuan non formal yang terletak di Jalan S. Parman tepatnya di belakang Taman Cerdas tersebut turut dihadiri Wakil Walikota Samarinda M. Barkati, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Charuddin, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kepala Dinas Pendidikan Asli Nuryadin, Kepala Dinas PUPR Hero Mardanus.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Diskdik) Kota Samararinda dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDA) khususnya bidang pendidikan.

Dalam hal ini, pemerintah juga bertanggung jawab terhadap penyelenggara pendidikan PAUD, pendidikan dasar SD dan SMP, serta pendidikan masyarakat atau disebut dengan pendidikan nonformal.

BACA JUGA :  Samarinda Ulu Zona Orenye, Pemkot Samarinda Buka Kawasan Tepian Mahakam Pekan Depan

“SKB berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengentahuan dan keterlampilan fungsional, serta pengembangan sikap dan kepribadian professional” ucap Jaang pada media.

Langkah yang diambil Pemerintah untuk menambah TK dan satuan pendidikan non formal SKN dianggap tepat, mengingat angka partisipasi masih sangat rendah dan banyak anak-anak putus sekolah yang harus ditangani dengan baik. Untuk itu setiap Kabupaten/Kota wajib menyelenggarakan PAUD yabg berkualitas dan pendidikan kesetaraan yang bermutu untuk masing-masing standar.

“Sekarang kita punya dua rumah pintar, yakni di tengah kota dan di lempake Samarinda Utara,” katanya.

“Harapannya kedepan seluruh program SKB dapat dilaksanakan dengan baik dan perlu bekerjasama dengan Pak Camat, Lurah dan RT agar rekrutmen warga belajar bisa cepat dan akurat, sehingga seluruh anak usia dini di Samarinda bisa bersekolah, bebas dari buta huruf dan tidak ada lagi yang putus sekolah,” pungkas Syaharie Jaang.

No More Posts Available.

No more pages to load.