SAMARINDA.apakabar.co– Persoalan isu peningkatan level Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) menjadi penegasan tersendiri bagi Wali Kota Samarinda, Andi Harun dihadapan 47 Kepala Daerah se-Indonesia saat mengadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Outlooking yang dilaksanakan di Sanur, Bali, Sabtu (18/12/2021).
Dirinya menilai jika forum nasional seperti APEKSI ini sangat penting, terlebih bagi Kota Samarinda khususnya.
Selain sebagai ajang sharing untuk berbagi informasi, juga sekaligus membangun komitmen bersama agar bisa memulihkan kembali perekonomian daerah akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini.
“Sesuai dengan semangat dan spirit APEKSI yakni kolaborasi untuk bersama menghadapi tantangan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, forum ini tentu saja sangat penting. Begitupun bagi Pemkot Samarinda, terutama untuk memberikan kesadaran bagi seluruh Wali Kota yang ada, bahwa kita punya tugas yang tidak ringan. Tapi tentu saja disertai dengan peluang dan tantangan yang terbuka untuk melaksanakan inovasi demi pemulihan ekonomi,” ungkapnya ditemui usai penutupan kegiatan.
Andi Harun juga mengatakan bahwa kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mengembangkan kerja sama antar daerah di Indonesia, agar terus tumbuh dan sukes mengatasi bersama persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini.
AH sapaan akrab Wali Kota Samarinda itu juga mengaskan jika saat ini yang paling utama dibangkitkan di Samarinda maupun sejumlah daerah lainnya di Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut dia, UMKM tidak boleh hanya sekadar bertahan dari hempasan ‘badai’ pandemi Covid-19. Tetapi juga harus bisa naik kelas.
“Jadi selain kemudahan akses permodalan, kita juga menyiapkan event-event, sehingga bisa memperlebar pasar bagi para pelaku UMKM. Sambil secara strategis, kita akan kembangkan teknologi informasi bagi para pelaku UMKM di daerah kita masing-masing,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Dr H Bima Arya Sugiarto mengatakan kegiatan ini sengaja dilaksanakan di Denpasar sebagai bentuk solidaritas nyata sesama anggota APEKSI. Pasalnya, kini Bali yang perekonomiannya selama ini bertumpu pada sektor pariwisata itu sangat terdampak selama masa pandemi.
“Saya bahkan sudah minta ke semua rekan-rekan Wali Kota se-Indonesia, kalau belanja jangan nawar,” katanya.
Untuk kegiatan APEKSI Outlook tersebut terang Bima Arya, diisi dengan berbagai kegiatan pokok, salah satunya dengan diskusi bertajuk Economics and Political Look dengan menghadirkan para pemateri berkompeten di bidangnya masing-masing.
“Untuk menyelesaikan perjalanan persoalan ekonomi yang sulit ini, negara juga harus berikan kewenangan yang banyak kepada daerah dalam hal ini kabupaten dan kota sebagai ujung tombak di lapangan. Kita harus tetap dan terus jalan di track kita sejak 2005 yaitu semangat otonomi daerah,” ucapnya.
Dirinya juga berharap agar dengan semangat yang sama yakni untuk menumbuhkan UMKM, maka event-event nasional APEKSI juga akan dibagi secara merata ke seluruh Indonesia. Bahkan hingga ke Jayapura.
“Mari kita masuki tahun 2022 dengan penuh optimis untuk membangkitkan perekonomian di daerah kita masing-masing,” pungkasnya.







