Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemkot Samarinda

Resmi Buka Pelatihan Pengembangan SDM, Andi Harun Harapkan ASN dan Non-ASN Bisa Ikuti Perkembangan Zaman

207
×

Resmi Buka Pelatihan Pengembangan SDM, Andi Harun Harapkan ASN dan Non-ASN Bisa Ikuti Perkembangan Zaman

Sebarkan artikel ini
Walikota Samarinda, Andi Harun saat memukul gong tanda dibukanya pelatihan pengembangan SDM/Ist

apakabar.co — SAMARINDA – Walikota Samarinda, Andi Harun resmi membuka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN lingkup Kota Samarinda. Senin (13/2/2023).

Pembukaan pelatihan yang diadakan di Ballroom hotel Mercure Samarinda itu, dihadiri juga oleh Sekretaris daerah (Sekda) Kota Samarinda, Hero Mardanus, serta jajaran pejabat Pemkot Samarinda lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan bahwa saat ini dunia sudah memasuki era disruption, perubahan yang begitu cepat itu menurutnya membutuhkan adaptasi dan mitigasi digital untuk menghadapi perubahan dunia serta sebagai upaya menghadapi revolusi industri 4.0.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan Smart ASN dan non-ASN dengan melakukan pengembangan terhadap sumber daya manusia.

“Sebagai bagian dari pergaulan global termasuk di regional Kaltim dan nasional dalam praktek pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publik kita benar-benar bisa melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap transformasi digital ini,” ungkap AH sapaan karibnya kepada peserta pelatihan.

Tak hanya itu, AH juga membeberkan bahwa Peningkatan kualitas SDM yang mewakili perubahan, tidak boleh stagnan, karena ini harus setara dengan perkembangan zaman atau bahkan berkembang melampaui skill dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan modern di masa mendatang.

“Karena seorang aparatur pemerintah harus bisa menjadikan dirinya sebagai contoh dan panutan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda, Julian Noor melaporkan pengembangan SDM bagi ASN dan Non ASN diikuti 2120 peserta.

“Untuk kegiatan Junior Official Operator dan Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi kami bekerjasama dengan Balai Kominfo Banjarmasin dan Kementerian Republik Indonesia dengan system Cost Sharing, dan ini baru pertama dilakukan di Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda,” ucap Julian Noor.

Diluar kegiatan Cost Sharing, tambah Julian Noor, BKPSDM dan Kominfo Banjarmasin juga melaksanakan pengenalan TIK bagi penyandang disabilitas sebanyak 50 orang, pelatihan thematic academy untuk guru dan tenaga pendidik dengan skema aplikasi perkantoran sebanyak 60 orang serta disain graphic sebanyak 50 orang. (Adv)