Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKRIM

Buntut Penggeledahan Rumah Pengusaha Di Samarinda, KPK Sita 19 Kendaraan Mewah di Dua Lokasi

53
×

Buntut Penggeledahan Rumah Pengusaha Di Samarinda, KPK Sita 19 Kendaraan Mewah di Dua Lokasi

Sebarkan artikel ini
(Foto: Beberapa mobil mewah yang berstatus sitaan KPK yang berada Jalan KS Tubun dan Perumahan Citraland Samarinda/Ist)
Example 72090

APAKABAR.CO — SAMARINDA – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan telah menyita 19 unit kendaraan mewah, di dua tempat kediaman milik pengusaha di kota Samarinda.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) kelas I Samarinda, Ari Yuniarto.

Banner 300x600

Ari menuturkan ada 19 kendaraan yang telah di sita KPK dari dua rumah yang berada di Jalan KS Tubun dan Perumahan Citraland Samarinda.

“Kemarin ada tim KPK dua orang, bukan penyidik tapi dari bagian labusti, itu bagian urusan perawatan dan pemeliharaan barang bukti datang ke Samarinda, dan itu memang ada 19 kendaraan dan rencana dititipkan ke sini (Rupbasan Samarinda),” Ungkapnya.

Namun, rencana penitipan sejumlah barang bukti 19 kendaraan mewah urung dilakukan. Pasalnya, kondisi halaman kantor dan lahan parkir yang tidak memadai di Rupbasan Klas I Samarinda.

“Tapi setelah kita lihatkan kondisi tidak memadai, jadi tidak tetap dititipkan ditempat yang tersita. Di KS Tubun dan Citraland. Dari dua tempat itu intinya ada 19 mobil dan motor,” Jelas Ari Yuniarto.

Kendati tak dititipkan di Rubbasan Kelas I Samarinda, Ari menambahkan bahwa secara admintrasi penyitaan barang bukti telah dilakukan.

“Jadi pada intinya itu tidak dititipkan di sini, hanya administrasinya (penyitaan barang bukti) saja. Nanti diminta mengawasi dan posisi tetap ditempatnya,” Ucapnya.

Disinggung mengenai waktu penyitaan barang bukti, Ari mengaku tak mengetahui pasti. Lantaran kewenangan pihaknya hanya sebatas melakukan administrasi penerimaan barang bukti yang disita tim KPK.

“Kalau penitipan berapa lama saya juga tidak tahu pasti. Karena ini hanya administrasi saja. Info saya terima juga, selagi kasus ini belum ada putusan, itu masih boleh dipegang pihak tersita. Tapi nanti kalau sudah ada putusan baru itu akan segera disita. Nanti juga statusnya apakah rampasan negara atau seperti apa tergantung dari bentuk putusannya,” Ujarnya.

Selain itu, Ari juga menerangkan meski barang sitaan tidak dipindah tempatkan, namun kondisi dan keberadaannya nanti akan terus dipantau oleh pihak Rupbasan Klas I Samarinda melalui koordinasi KPK.

“Tidak ada petugas yang disuruh menjaga, hanya saja saat diperlukan nanti KPK akan memberitahu kita kemudian rumah yang dititipkan akan dihubungi, kalau nanti akan ada petugas dari kami yang akan melakukan pengecekan,” kata Ari.

Diakhir, Ari juga menyampaikan kalau penyitaan barang bukti yang dilakukan KPK masih bertalian dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terdakwa Rita Widyasari, eks Bupati Kutai Kartanegara.

“Kalau dari suratnya ini berdasarkan kasus TPPU Rita Widyasari,” tandasnya.

Untuk diketahui KPK menyita 7 unit mobil dan 1 unit motor dari rumah besar yang berada di Jalan KS Tubun. Berikut daftarnya.

a. Lamborghini sebanyak 1 unit.
b. Toyota Harrier sebanyak 1 unit.
c. Toyota Wrangler sebanyak 2 unit.
d. Toyota Avanza sebanyak 1 unit.
e. Hummer H 3 sebanyak 1 unit.
f. Range Rover Evoque sebanyak 1 unit.
g. Honda Forza ( motor ) sebanyak 1 unit.

Sedangkan dari lokasi kedua, rumah yang berada di Perumahan Citraland, KPK menyita 11 mobil mewah. Berikut daftarnya.

a. Mercedes Benz sebanyak 2 unit.
b. BMW sebanyak 1 unit.
c. Hummer sebanyak 1 unit.
d. Jhon Cooper Works sebanyak 1 unit.
e. Honda CRV sebanyak 2 unit.
f. Toyota Velfire sebanyak 1 unit.
g. X Pander Cross sebanyak 1 unit.
h. Lamborghini sebanyak 1 unit.
i. Pajero Sport sebanyak 1 unit.

Untuk diketahui kasus TPPU itu bermula saat tim KPK menetapkan Rita Widyasari, eks Bupati Kukar bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin sebagai tersangka dalam tiga perkara rasuah.

Pertama, sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga menerima duit Rp 436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, serta fee pengadaan lelang barang dan jasa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama menjabat Bupati Kutai Kartanegara.

Selanjutnya Rita Widyasari dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun.

Di mana Rita Widyasari diduga menerima Rp6 miliar dari Abun, terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Terakhir, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang Rp6,97 miliar terkait sejumlah proyek di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Example 300250
Example 120x600
Example 72090