Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKRIM

Hendak Tutup Paksa Lokasi Tambang Batubara Ilegal, Salah Satu Warga Nyaris Di Tikam Preman

17
×

Hendak Tutup Paksa Lokasi Tambang Batubara Ilegal, Salah Satu Warga Nyaris Di Tikam Preman

Sebarkan artikel ini
(Foto: Tangkapan layar beberapa warga dihadang preman saat hendak menghentikan loading batu bara Illegal/Ist)
Example 72090

apakabar.co — SAMARINDA – Lokasi tambang ilegal yang berada di Desa Rempanga, Pal 81A, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) ditutup paksa oleh warga sekitar. Sabtu (1/4/2023) dini hari tadi.

Namun, penutupan tambang ilegal tersebut mendapatkan perlawanan dari beberapa preman yang diduga suruhan dari sang pemilik tambang itu.

Banner 300x600

Bahkan dari rekaman video berdurasi 1 menit 31 detik yang beredar di media sosial (medsos) salah satu preman mengeluarkan senjata tajam (sajam) dan hampir menikam seorang warga.

Salah satu warga bernama Daniel yang sempat nyaris menjadi korban penikaman itu saat menghentikan loading batu bara ilegal di desa tersebut. Terlihat dirinya pun beradu mulut dengan sejumlah preman yang membawa sajam.

“Saya hampir kena tikam. Saya bersama warga mencoba menghentikan loading batu bara ilegal ke lokasi stockpile di desa kami dan sempat cekcok dengan preman,” ungkap Daniel saat dihubungi melalui sambungan seluler. Selasa (4/4/2023).

Selain itu, Daniel menyebutkan ada sekitar 20 orang preman yang datang, saat dirinya akan menghentikan loading batu bara ilegal.

“Mereka ada sekitar 20 orang, mereka hadang kami. Saya hampir kena tikam untung segera menghindar. Ada warga lain yang terluka tangannya,” jelasnya.

“Kita sudah sering melakukan aksi untuk menghentikan mereka, bahkan sampai bersurat ke Polsek dan Polres tapi tak ada tindak lanjut sampai saat ini,” sambungnya.

Akibat aktivitas tambang ilegal tersebut berdampak pada fasilitas umum khususnya infrastruktur jalan. Selain itu, aksi premanisme berdampak pada psikologis warga setempat.

“Jalan jadi macet dan rusak parah. Kalau kena angin debunya (batu bara) terbang ke rumah warga, dan karena kejadian semalam warga jadi ketakutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Juda Nusa menyampaikan akan segera menindaklanjuti aksi premanisme tersebut. Termasuk aktivitas tambang batu bara ilegal yang dikeluhkan warga.

“Akan segera saya tindaklanjuti,” tandasnya.

Example 300250
Example 120x600
Example 72090