Lulusan Sarjana Komputer Edarkan Uang Palsu, Mengaku Belajar Melalui Internet

oleh -34 Dilihat
Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo Memperlihatkan Uang Palsu Saar Perss Rilis, Senin (29/11/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Pelaku pengedar uang palsu (upal) berhasil diamankan Tim Gabungan Jatanras Polda Kaltim dan , Jatanras Polresta Samarinda bersama Reskrim Polsek Samarinda Kota. Pelaku berinisial MT (31) yang merupakan lulusan sarjana Sistem Informasi Komputer.

Melalui rilis yang digelar oleh pihak kepolisian, AKP Creato Sonitehe Gulo selaku Kapolsek Samarinda Kota jika penangkapan MT (31) berawal dari informasi bahwa di GOR Segiri ada orang yang melakukan transaksi dengan menggunakan uang palsu.

Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung menuju TKP dan mengamankan MT yang pada saat itu sedang seorang diri. Penangkapan MT disertai dengan turut diamankannya barang bukti berupa uang palsu 1,8 juta pecahan 50 ribu.

Pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian atas kasus ini dengan melakukan melakukan penyelidikan di sejumlah tempat, yakni tempat fotocopy,  bengkel, warung dan tempat yang pernah dilakukan transaksi oleh pelaku.

“Untungnya masyarakat yang mendapatkan uang palsu ini masih menyimpan, jadi ada bukti lain yang kami temukan senilai 200 ribu,” kata Gulo, Senin (29/11/2021) di Polsek Samarinda Kota.

BACA JUGA :  Cekcok dengan Nasabah, Penagih Hutang di Tenggarong Sekarat
Barang Bukti Alat Yang Digunakan Pelaku Untuk Membuat Uang Palsu Yang Diamankan Pihak Kepolisian

Polisi juga melanjutkan penyelidikan dengan melakukan penggeledahan di rumah pelaku di wilayah Tenggarong Seberangpada, Minggu (28/11/2021) kemarin.

Dirumah pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti yang digunakanMT untuk mencetak uang palsu, seperti printer, kertas serta 117 lembar uang palsu pecahan 50 ribu senilai 5,8 juta.

“MT melakukan ini dengan mempelajari dari internet dan juga kebetulan pelaku ini lulusan sarjana Sistem Informasi Komputer,” ucapnya.

MT sudah pencetakan uang palsu tersebut sejak 2019  lalu dengan pecahan 50 ribu dan rata-rata untuk digunakan sendiri.

“Semuanya uang pecahan 50 ribu, karena cukup mudah untuk digunakan dalam bertransaksi di warung-warung, di bengkel dan toko yang menjual barang murah. Jadi dia tidak melakukan transaksi dalam jumlah besar,” terangnya.

Apa yang telah dilakukan oleh MT pihak keluarga telah mengetahui apa yang telah dilakukannya, bahkan telah berulang kali diingatkan untuk tidak melakukan itu. Tapi MT tidak menggubris dan terus saja melakukan pekerjaan itu.

BACA JUGA :  Lihat Cupangan di Dada, Pria Asal Samarinda Aniaya Istri Hingga Rahang Bergeser

“Pihak keluarganya seringkali mengingatkan untuk tidak melakukan ini, bahkan keluarganya pernah membuang printer ke kolam tapi pelaku ini ambil lagi dan melanjutkan percetakan uang palsu ini,” bebernya.

Sementara itu, menurut pengakuan dari MT, dirinya melakukan perbuatan itu karena tidak memiliki pekerjaan.

“Saya melihat di internet, saya penasaran akhirnya saya mencoba dan terus melakukan itu,” ucapnya saat kepada awak media

Setelah lulus kuliah tahun 2015 lalu dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan akhirnya memiliki niat untuk mencetak uang palsu dengan jumlah yang cukup banyak dan biasa ia gunakan untuk belanja pada malam hari.

“Lulus kuliah tahun 2015, saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti beli pulsa dan keperluan lainnya,” sebutnya.

Pelaku diancam dengan pasal 36 ayat 1, 2, 3 Junto pasal 26 ayat 1, 2, 3 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara atas perbuatan yang ia lakukan.