Bekerjasama Dengan Stikes, Pemkot Samarinda Laksanakan Bimtek Pembuatan Hand Sanitizer

oleh -364 views
Peserta Bimtek Saat Melakukan Prektek Pembuatan Hand Senitizer, Senin (22/6/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perindustrian Kota Samarinda mengadakan bimbingan teknis (bimtek) terkait pembuatan handsanitizer bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Bimtek tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tangga 22 hingga 26 Juni 2020 dengan jumlah peserta 100 orang dari 10 kecamatan di Samarinda.

Kepala Dinas Perindustrian (Pemkot) Samarinda, Muhammad Faisal mengatakan bahwa kegiatan bimtek tersebut merupakan bentuk antisipasi kelangkaan hand sanitizer, karena jumlah permintaan hand sanitizer mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada awal tahun 2020 bersamaan dengan menyebarnya wabah virus corona. Selain itu bimtek juga merupakan bentuk pelatihan untuk menambah penghasilan bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Samarinda.

BACA JUGA :  Kodim 0901 Samarinda Gelar Vaksinasi Tahap II, Andi Harun Sebut Kesadaran Masyarakat Semakin Tinggi

“Total peserta ada 100 peserta dari 10 kelurahan, dan hari ini ada 20 peserta dari dua keluarahan,” ucap Faisal, Senin (22/6/2020).

Sebagai informasi, hand sanitizer merupakan cairan atau gel yang terbuat dari bahan dasar alkohol yang digunakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Pemakaian hand sanitizer menjadi hal yang simpel dibandingkan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air.

Dinas Perindustrian bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Samarinda, sebagai pembimbing untuk para peserta.

“Jadi narsumnya dari Stikes Samarinda. Dalam pembuatan hand sanitizer ada dua jenis, satu dari standar who dan alami yang bahan-bahannya dari daun sirih dan jeruk nipis,” tutur Faisal.

Ia juga berharap dengan adanya kegiatan bimtek, pembuatan hand sanitizer ini para pelaku IKM dapat menambah skill dan usaha lain.

BACA JUGA :  Wali Kota Samarinda Instruksikan OPD Bersinergi Jelang Lebaran

“Selain menambah skill baru dan pengetahuan bagi mereka, disisi lain juga menambah pemasukan mereka jika penjualan lainnya menurun,” pungkasnya.