Dua Pelaku Pengedar Sabu Dibekuk, Barang Bukti Seberat 13 Kilo

oleh -58 views
Kepolisan Polrsta Samarinda Memperlihatkan Barang Bukti Sabu Seberat 13 Kilo Lebih Saat Press Rilis, Rabu (19/5/2021)

SAMARINDA.apakabar.co– Dua pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu berhasil diamankan Satreskoba Polresta Samarinda. Kedua pelaku bernama Burhanuddin (45) dan Raden (42).

Kedua pelaku tersebut ditangkap berawal dari hasil laporan masyarkat terkait adanya aktivitas transaksi narkoba di Jalan Hasan Basri, Samarinda Utara.

Dari laporan tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan di sekitar TKP. Saat proses penyelidikan dicurigai dua orang yang menggunakan motor metik dengan plat kendaraan KT 3481 FC.

“Kami melihat satu tersangka (Burhanuddin) turun dari motor dan langsung mengamankan tersangka di jalan Hasan Basri, Samarinda,” ungkap Kombes Pol Arif Budiman saat melakukan pers rilis di Makopolresta Samarinda, Rabu (19/5/2021).

BACA JUGA :  Sebarkan Berita Tidak Benar, Kuasa Hukum Andi Harun Laporkan Akun Channel YouTube Ke Polresta Samarinda

Tersangka Burhanuddin menjadi pelaku pertama yang diamankan, kemudian aparat langsung bergerak menuju Jalan Letjen S Parman guna mengamankan satu tersangka lainnya yang bernama Sari alias Raden.

“Dari tangan tersangka Sari atau Raden kami menemukan barang bukti berupa HP bahwa Sari menyuruh Baharuddin untuk mengambil motor vario putih KT 5439 IW di salah satu parkiran hotel,” jelasnya.

Kemudian dilakukan penggeledahan di motor vario tersebut, lantas pihak kepolisian menemukan setu buah kantong warna biru yang beriisikan sabu-sabu dua bungkus besar.

“Dua bungkus besar tersebut berisi 2.820, 30 gram brutto, satu unit handphone, dan satu lembar kwitansi rumah kontrakan di jalan Pemuda 1,” bebernya.

BACA JUGA :  Berbekal Laporan Warga, Polisi Ringkus Bandar Judi Online

“Kami langsung menuju rumah kontrakan teraebut, dan mendapati lagi plastik warna merah berisi 8 bungkus plastik besar berisi sabu seberat 10.700, 5 gram brutto,” sambungnya.

Kedua pelaku dijatuhi pasal 114 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dengan denda sebesar Rp. 800.000.000,- (Delapan ratus juta rupiah).