Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HUKRIMNasional

Tikam Begal Yang Merampas Motornya, Pemuda di Medan Jadi Tersangka

826
×

Tikam Begal Yang Merampas Motornya, Pemuda di Medan Jadi Tersangka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Hukum/Photo : Freepik.com

apakabar.co — Pemuda Warga Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancur Baru kota Medan ditetapkan sebagai tersangka, setelah dirinya menyerahkan diri ke Polsek Medan Sunggal. Tersangka D (21) bersama orang tua dan kuasa hukumnya mengaku kepada polisi telah menikam seorang pria diduga begal yang ingin merampas motor dan barang-barangnya. D mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/12) dini hari di Jalan Sei Beras Sekata, Medan Sunggal, saat ia hendak pulang kerumah, lalu ia didatangi empat orang pria berboncengan sepeda motor yang diduga begal.

“Malam itu saya pulang dari tempat teman. Memang saya sempat berhenti di pinggir jalan untuk mengangkat telepon. Kemudian saya dicegat empat orang membawa bambu,” ucap D, Selasa (28/12)

Saat itulah para terduga pelaku mencoba merampas ponsel dan motornya. D melawan untuk mempertahankan harta bendanya. Dia diserang oleh keempat orang itu. Kemudian tiga orang kabur, sedangkan satu orang lainnya bernama Reza terlibat duel dengannya. Akhirnya Reza tewas di tangannya dengan luka tikaman.

“Saya juga sempat dihajar dan dipukuli pada bagian kepala saya menggunakan bambu yang dibawa oleh keempat orang itu, hingga helm yang saya pakai terlepas. Saya memang bawa senjata tajam karena pulang malam. Karena saya pernah diikuti pas pulang malam. Tapi saya sungguh tidak ada niatan membunuh. Saya hanya berusaha membela diri,” ucapnya.

D meminta maaf kepada keluarga dari Reza. D mengaku tak berniat sedikit pun menghabisi nyawa Reza. D berharap aparat kepolisian menegakkan hukum secara adil.

“Saya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban (Reza) atas peristiwa tersebut. Karena sebenarnya saya tidak ada niatan sedikit pun untuk melakukan hal tersebut. Saat itu, saya hanya seorang korban pembegalan yang mencoba untuk mempertahan harta benda milik saya dan mencoba membela diri lantaran jiwa saya merasa terancam, sehingga akhirnya peristiwa tersebut pun terjadi,” ungkap Dedi menangis.