Perhatikan Tiga Aspek, Andi Harun Yakini Program 100-300 Juta Per RT Minim Kesalahan

oleh -150 views
Bakal Calon Walikota Samarinda Andi Harun Memaparkan Program Unggulan 100-300 Per Rt, Jumat (10/7/2020)

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Dalam pemaparan program unggulan 100-300 Juta per Rt per Tahun, Bakal Calon (Balon) Walikota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa kekhawatiran yang disampaikan oleh para Rt bisa dipahami karena ini merupakan program baru di Kota Samarinda.

Menurut Andi Harun secara organisasi mulai dari di tingkat atas, yaitu Walikota dan Wakil Walikota, lalu turun di tingkat pemerintah kecamatan dan kelurahan semuanya akan didampingi oleh tim pendamping.

“Di tingkat RT akan buat tim Swakelola. Badan pelaksana Swakelola ini terdiri dari tiga tim, yaitu tim perencana, tim pelaksana dan tim pengawas dari sisi organisasi pemerintah Kota, kemudian kita juga akan melakukan pendampingan hukum,” ucapnya ditemui selesai acara pemaparan program, Jumat (10/7/2020).

BACA JUGA :  Resmi! Presiden Teken PP Kebiri bagi Predator Seksual Anak

Andi Harun menambahkan, sebelum berjalannya program ini, pihaknya akan melakukan peningkatan kapasitas kepada ketua-ketua RT dan lurah serta pihak kecamatan. Sehingga dengan demikian kemungkinan adanya kesalahan bisa ditekan sedemikian rupa.

“Karena kita memperhatikan tiga aspek, teknis, administrasi dan hukum, termasuk di dalamnya aspek pertanggung jawaban keuangan,” ucapnya.

“Saya yakin dengan sistem berlapis ini untuk terjadi kesalahan itu sangat minim,” tuturnya.

Sementara itu, Warkhatun Najidah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) yang menjadi salah satu panelis mengatakan program yang disampaikan tersebut tak hanya terfokus kepada Rp 100-300 jutanya saja, tetapi yang dilihat setiap keuangan negara itu memiliki sistemnya.

“Dengan demikian seharusnya dapat menciptakan sistem yang bukan hanya aman pada subjek hukumnya, tetapi juga bisa tepat sasaran dan tidak melanggar hukum,” ucapnya.

BACA JUGA :  Teroris Penyerang Mabes Polri Tewas Ditembak, Pelaku Diduga Wanita

“Karena ini program keuangan harus banyak regulasi dan SDM nya juga perlu regulasi, membentuk lembaga untuk mengawasi dan mendampingi juga perlu regulasi,” sambungnya.