Warga Kelurahan Makroman Khawatirkan Kondisi Jalan Longsor di Jalan Sultan Sulaiman

oleh -199 views
Kondisi Jalan Sultan Sulaiman Kelurahan Makroman Mengalami Longsor, Senin malam, (13/7/2020).

APAKABAR.CO-SAMARINDA. Kondisi jalan yang berada di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan membuat khawatir pengguna jalan, pasalnya jalan yang berada di Jalan Sultan Sulaiman mengalami longsor hingga separuh batas badan jalan pada Senin malam, (13/7/2020).

Berdasarkan pengakuan warga yang tinggal tak jauh dari titik longsor mengatakan bahwa bencana longsor terjadi sekitar jam 9 malam saat dirinya tak berada dirumah.

“Tadi malam sekitar jam 8 saat saya keluar tanah itu belum bergerak, namun ketika saya kembali sekitar jam 10 malam saya lihat tanahnya sudah turun,” ucap Saud (34) saat ditemui di lokasi titik jalan longsor.

Kekhawatiran warga bertambah karena intensitas curah hujan beberapa hari ini cukup deras, apalagi rumah yang ia tinggalin tepat berada ditepi jurang.

BACA JUGA :  Teroris Penyerang Mabes Polri Tewas Ditembak, Pelaku Diduga Wanita

“Bisa saja rumah saya yang kena imbasnya jika tidak cepat di tindak,” katanya.

“Saya berharap longsor ini segera mendapat penanganan dari pihak pemerintah,” sebutnya.

Ditemui terpisah, Ketua RT 22 Sogiman mengatakan bahwa longsor ditempat itu terjadi sudah hampir lebih dari tiga bulan lalu. Menurutnya penyebab longor itu sendiri lantaran lokasi tersebut merupakan jalur air jika terjadi hujan.

“Kalau hujan turun airnya pasti lewat sini, itulah penyebab tanahnya sedikit-sedikit mulai terkisis,” jelasnya.

Kekhawatiran warga semakin tinggi karena jika tidak segera ditangani longsor tersebut bisa membuat jalan terputus. Hingga saat ini, belum ada satupun perwakilan pemerintah yang datang untuk melihat kondisi jalan tersebut.

BACA JUGA :  Pemkot Samarinda Lanjutkan Pembongkaran Bangunan Dibantaran SKM Pasar Segiri, Syaharie Jaang : Kita Tetap Lakukan Pendekatan Secara Persuasif

“Saya yakin jika tak segera ditangani, semakin lama tanahnya akan semakin terkikis. Saya sebelumya juga pernah melaporkan kondisinya pada saat Musrembang di kelurahan, namun hingga saat ini pula belum pernah ada tanggapan sama sekali,” ucapnya.

Untuk sementara warga sekitar hanya membatasi lokasi tersebut hanya dengan tali agar warga yang berkendara dapat mengetahui jika di jalan itu ada lubang.

“Dampak rusaknya jalan bisa saja membuat pengendara terjatuh dan rawan kecelakan,” pungkasnya.