Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemkot Samarinda

Kepala DPPKB Samarinda Sebut Pemkot Samarinda Sudah Lebih Dulu Lakukan Sosialisasi Penuruan Stunting di Kaltim

155
×

Kepala DPPKB Samarinda Sebut Pemkot Samarinda Sudah Lebih Dulu Lakukan Sosialisasi Penuruan Stunting di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Kepala DPPKB Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani/Ist

apakabar.co — SAMARINDA – Untuk melakukan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Kalimantan Timur (Kaltim),Pemerintah Kota (Pemkot Samarinda telah terlebih dahalu melakukan Roadshow Dalam Jaringan (Daring) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pemerintah provinsi Kaltim ke beberapa sekolah hingga ke tingkat universitas di Kota Tepian.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani mengatakan bahwa Pemkot Samarinda bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda melakukan beberapa hal terkait penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Terutama upaya mencegah masalah dari hulunya.

“Kalau kita itu pencegahannya ya Jadi kita upaya-upaya yang kita lakukan yaitu tadi melalui anak remajanya dulu,” ungkap Ayu sapaan karibnya.

Tak hanya itu, Ayu juga menyebutkan pihaknya telah berkolaborasi dengan beberapa OPD di Samarinda untuk membentuk kelompok-kelompok remaja. Mereka diajarkan pentingnya merencanakan hidup seperti yang selalu digaungkan DPPKB Kota Samarinda.

“Kalau kita rancang kehidupan seperti itu otomatis lebih sejahteralah hidup ini daripada kita tanpa rencana sama sekali,” katanya.

Ayu menambahkan bahwa roadshow yang digelar Pemkot Samarinda hingga saat ini telah mengunjungi seperempat sekolah tingkat SMP di Kota Tepian.

“Hampir seperempat sekolah SMP yang udah kita datangi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemkot Samarinda juga berupaya untuk menghidupkan kembali Posyandu. Melalui Gebyar Posyandu yang dilaksanakan di 10 kecamatan dan 59 kelurahan, dengan kegiatan mulai dari penimbangan bayi, pemberian makanan tambahan sampai pelaksanaan penyuluhan gizi di Posyandu.

Saat ini, pada 28 Februari dilakukan serentak Gerakan Penambahan Hari Buka Posyandu. Dimana dari 12 hari setahun menjadi 13 hari setahun. (Adv)