“Korban dan pelaku saling kenal,lalu korban JN meminta tolong untuk mengantarkan bertemu dengan nasabah sehingga muncul lah pikiran untuk mendapatkan barang-barang secepatnya,” kata Eko Budiarto.
Eko Budiarto juga menjelaskan dalam waktu tertentu RS membeli senjata tajam disalah satu mini market. Setelah itu dalam perjalanan JN ditikam dan dalam keadaan sekarat korbang dibuang di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong.
“Pelaku menjerat menggunakan handuk untuk menutup dan menggunakan tali rapia lalu disikut dan ditikam terus lalu dibuang di tenggarong,” sebutnya.
Dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengaman beberapa barang bukti yaitu, 2 unit handphone milik korban, 1 unit pisau yang dibeli disebuah minimarket untuk menusuk korban, uang tunai sebesar Rp. 500.000, baju yang digunakan korban pada saat ditemukan, dan 1 unit mobil Toyota merek Avanza dengan nomor polisi B 1265 PIP.
“Ada juga beberapa perhiasan seperti cincin, gelang, dan anting korban yang diambil si pelaku, namun sudah dijual oleh pelaku,”tambahnya.

Mengaku Dihantui Korban Dua Kali
Persaan dihantui korban sempat dirasakan pelaku RS usai menghabisi pelaku yang tak lain adalah rekan kerja korban disalah satu perusahaan permodalan di Samarinda.
Rasa penyesalan kini tengah dialami oleh palaku RS, bahkan dirinya mengaku sangat menyesali apa yang telah ia lakukan terhadap JN yang dengan tega membunuh rekan kerjanya sendiri. Bahkan RS sempat dihantui oleh korban pada saat berada dirumah.
“Saya dihantui oleh korban sebanyak dua kali pas lagi dirumah,” bebernya.
“Saya minta maaf kepada keluarga korban atas perbuatan yang saya lakukan kepada korban,” sambungnya.

Desakan Ekonomi dan Ingin Menguasai Harta Korban
Dari hasil wawancara yang dilakukan awak media kepada pelaku RS, dirinya mengakui tega membunuh JN lantaran terdesak kebutuhan finansial.
“Saya membunuh korban (JN) karena terdesak ekonomi. Yang saya liat waktu korban itu hidup mewah, makanya saya ingin mengambil barang korban,” ungkap RS.







